Selasa, 15 Juni 2010

Strategi Menjadi Sahabat Yang Suportif

Artikel kali ini tidak berbicara pada Anda yang selama ini sudah menjadi pengunjung dan pembaca setia Hitman System. Kalangan tersebut sudah punya terlalu banyak materi dan panduan, jadi satu-satunya yang bisa dilakukan adalah keluar dan mempraktekkannya dengan rutin.

Setelah Anda cukup sering berlatih hingga bisa melihat hasil-hasil yang ajaib, kemungkinan besar Anda akan segera berbenturan dengan satu masalah tipikal. Sebuah isu yang juga dialami oleh para alumni program workshop: sekumpulan sahabat lama yang cenderung bergaya konyol, merusak, dan membuat malu. Biasanya hal itu terjadi ketika mereka mempertemukan Anda dengan seorang target, ketika Anda beraksi di depan mereka, ataupun ketika Anda membawa sendiri seorang target dan memperkenalkannya pada mereka.

Untuk mempermudah penulisan, mulai saat ini saya menyebut mereka sebagai Legion Advocating Massive Embarrassment, atau disingkat LAME. Jika Anda baru pertama kali membaca Hitman System, sudah memiliki kekasih, dan sangat terdorong untuk membantu sahabat-sahabat Anda yang belum memiliki pasangan, saya menulis artikel ini khusus untuk Anda!

Karena saya menemukan banyak sekali pria dan wanita yang memiliki semangat dan motivasi yang baik, ingin memperlancar usaha pendekatan sahabat Anda dengan seorang wanita menarik, namun disaat eksekusinya malah tersandung jadi LAME.

Ada setumpuk strategi yang biasa Anda lakukan, yang sekalipun sangat terasa supportif, justru memberikan akibat kebalikannya. Saya akan membahas salah satu sikap yang paling mengerikan dengan detil di bawah ini, simak baik-baik, renungkan dan hindari mulai saat ini juga.

Strategi Jodoh-Menjodohkan, ah, Anda pasti sangat mengenalinya, bukan? Tolong beli kalender dan baca tahun berapa yang tertera di sana. It’s 2008, for God’s sake! Mengapa Anda masih berpikir jodoh-jodohan adalah cara yang tepat untuk memulai sebuah proses romansa?

Ada sesuatu yang mengerikan dengan ide ‘mencarikan, mengarahkan dan mempertemukan’ seorang wanita yang menarik kepada sahabat Anda. Tidak peduli seberapa besar niat baik Anda, sikap itu malah memberi kesan-kesan negatif seperti sahabat Anda tidak memiliki kemampuan sosial yang baik, manja, dan malas untuk mencari sendiri.

Namun di atas itu semua, ketika Anda asyik menjodohkan, sahabat Anda jadi terlihat sudah sedemikian tidak laku, kesepian dan putus asa, sehingga untuk masalah mencari kekasih saja perlu bantuan teman-temannya.

Itu adalah impresi paling rendah dan buruk yang bisa dialami oleh seorang pria! Benar-benar mengerikan. Apakah seorang wanita berkualitas bisa jadi tertarik dengan pria yang memberikan kesan seperti itu? Menurut pengalaman saya, sama sekali tidak. Kalaupun ada yang tertarik, pasti sang wanita juga berada pada ‘kasta’ yang sama: sedemikian tidak laku, kesepian, dan putus asa.

Saya tahu itu sepertinya generalisasi yang kejam, tapi hal tersebutlah yang terjadi sehari-hari di sekeliling kita. Setiap wanita yang memiliki nilai tinggi tentu menginginkan sosok pria dengan kekuatan dan kelas yang telah teruji. Hal tersebut yang membuat mereka nyaman dan aman untuk mempercayakan diri pada aktifitas romansa, baik sekedar kencan dua-tiga episode ataupun sebuah hubungan yang lebih serius.

Jika Anda benar-benar sahabat yang baik, masa Anda mau menyodorkan wanita yang putus asa (baca: berkualitas rendah) kepada sahabat Anda?

Anda pasti ingin memperkenalkannya dengan daftar pilihan-pilihan yang terbaik, bukan?

Nah, Anda TIDAK bisa menyodorkan kelompok wanita yang demikian. Mereka tidak bekerja dengan sistem ‘jodoh menjodohkan.’ Itu merendahkan rasa harga diri dan intelektualitas mereka. Sama seperti Anda sedang merendahkan nilai sahabat pria Anda jika berusaha bertindak sebagai agen mak comblangnya.

Jika Anda merasa konsep jodoh-jodohan oleh orangtua adalah hal yang konyol dan kelewat jaman, mengapa bisa berpikir jodoh-jodohan oleh Anda dan sahabat lainnya adalah hal yang berbeda?

Sepanjang masa kuliah dulu, ada sebuah satu komunitas saya berusaha menjodohkan saya dengan beberapa wanita yang mereka pikir cocok dengan saya. Jadi mereka mengatur sedemikian rupa agar saya dan wanita itu sering terlibat dalam aktifitas yang sama. Lalu ketika sedang bersama-sama itu, sahabat-sahabat itu akan sering melontarkan obrolan pancingan kepada saya atau sang wanita yang sedang mereka jodohkan.

Anda pasti tahu maksud saya. Biasanya berbentuk sentilan, cungkilan, dan seloroh canda yang bertujuan untuk mencairkan suasana atau menciptakan koneksi antara Anda dan sang wanita. Beberapa contohnya seperti ini:

"Malem minggu kok di rumah aja sih, Vin… Makanya deketin Lex dong, pasti bakalan sering diajak jalan ke kafe-kafe keren di daerah pluit."

"Lex, kita pulang duluan, udah ngga usah anterin. Santai aja dulu di sini ngobrol ama Vina, anaknya asyik kok.. Ya kan, Vin?"

"Jadi dah setahun jomblo nih, Vin? Si Lex juga tuh…"

"Eh nyadar ga, muka kalian mirip banget.. jodoh kali ya, hihihi."

"Gini deh, gue dan anak-anak lain bikin bumbu. Elo dan Vina berduaan aja ngerjain barbeque. Elo kipasin arang, Vina balik-balikin dagingnya, kan pas cocok tuh..."

"Woi, Lex, si Vina kan baru mulai coba main gitar. Ajarin dia dong, kasih denger lagu-lagu elo yang keren itu, trus sapa tau juga bisa buatin dia lagu romantis."

"Elo jago masak ya, Vin? Wah kebetulan Lex emang suka yang pinter itu.."

"Jadi kmaren si Vina yang ngebantuin tugas deadline elo? Wah, biasanya perasaan cinta mulainya dari yang begitu-begituan tuh."

"Eh, Vin, sebenernya rahasia sih nih, tapi kmaren si Lex bilang ke gue kalo dia suka ama suara elo lho, katanya jadi pengen bikin band duet ama elo. Mau ga loe?"

"Lex, udah dong jangan lirik-lirik Vina gitu terus, jadi malu kan dia…"

"Oh ya, Vin, catatan kecil aja sih, si Lex kan anaknya agak pemalu. Jadi kalo besok dia coba ngajak jalan, jangan ditolak yah.."

"Vin, besok elo jadi syuting iklan di Bogor? Oh kalo gitu, Lex, daripada elo bengong di rumah, mending temenin dia aja ke sana seharian. Sapa tau jadi cinlok gitu, hehehe.."

Sekalipun contoh-contoh di atas adalah sekedar teks, berapa banyak dari Anda yang ketika membacanya sampai seolah-olah bisa mendengar alunan nada-nada pancingan yang saya maksud?

Pertanyaan yang lebih penting: seberapa sering Anda melakukannya?

Demi Tuhan, sobat, hentikan kebiasaan itu! Hal-hal tersebut memberikan efek yang justru berlawanan dari apa yang Anda bayangkan.

Seandainya sang wanita sudah sempat sedikit tertarik dengan sahabat Anda, celotehan seperti itu akan malah membuatnya malu, enggan dan menyangkali perasaan. Candaan seperti itu juga akan menimbulkan tekanan tinggi bagi sahabat pria Anda karena tiba-tiba saja dia merasa harus mengemban tugas romansa yang berat; dia akan merasa lebih baik menyangkal dan melarikan diri, daripada maju terus (baca: melakukan pendekatan) dengan resiko gagal dan menanggung malu di depan mata semua orang.

Anda boleh pikir itu sepertinya mendukung sahabat, tapi yang terjadi Anda malah mempermalukannya! Semakin sering Anda menumpuk pernyataan-pernyataan seperti itu, semakin Anda merusak kemungkinan sahabat Anda mencetak keberhasilan dalam impian romansanya. Dan bila itu terjadi, satu-satunya pihak yang patut dimusnahkan dari muka bumi adalah Anda dan kron-kroni Legion Advocating Massive Embarassment!

Ada satu lagi kebiasaan bodoh yang sangat sering saya lihat dilakukan oleh para kelompok LAME. Ini adalah tindakan yang sangat sangat sangat tipikal terjadi dan dilakukan oleh semua orang minimal pernah sekali melakukanya dalam seumur hidup.

It’s so simple, yet the effect is lethal.

Yaitu kebiasaan berseloroh "Cieeee…", "Jieeee...", dan "Suit suiiiit…"

It’s not even a word, it’s just linguistic expressions, but dear God, those are possibly the deadliest and stupidest behaviour commonly found in LAME groups everywhere.

Saya tidak tahu apakah kata-kata tersebut cukup populer sehingga beredar secara nasional. Kalaupun tidak, pasti ada padanan kata atau ekspresi yang sama dalam berbagai kelompok etnik dan bahasa di Indonesia. Yang jelas di Jakarta, kita memiliki istilah khusus untuk kebiasaan seperti itu: ‘ngecengin’ yang dilafalkan [nge-cengin] yang berarti meledek, bukannya [ngece-ngin] yang punya arti berbeda yaitu melakukan pendekatan atau merayu.

Dugaan saya kebiasaan itu sepertinya dimulai oleh obrolan-obrolan para penyiar radio yang memang membutuhkan bahasa ucapan yang ekspresif sebagai media komunikasi. Kebiasaan tersebut menyebar luas karena mudah dan lucu didengar, dan menjadi semakin luas lagi ketika akhirnya divisualisasikan oleh media televisi. Alhasil, seiring mengucapkan kata itu, sang pelaku biasanya memberikan senyum cengengesan, sedikit anggukan kepala, tatapan mata penuh arti, kadang diakhiri dengan menggerakkan alis naik-turun.

That is the LAMEST LAME thing a LAME group can do.

Jika Anda bersumpah mati tidak pernah melakukannya, Anda pasti lupa. Itu adalah tindakan yang sangat kecil dan biasanya terjadi begitu saja, jadi tidak heran jika hilang dari memori Anda sama sekali. Percaya saja, Anda pasti pernah melakukannya. Tidak perlu menghabiskan energi hanya untuk menyangkali.

Lebih baik gunakan saja energi dan intelektualitas Anda untuk memastikan Anda TIDAK mengulanginya lagi untuk siapapun sahabat Anda di masa depan.

Hanya dengan sekali sebut aja, Anda sudah langsung menumpuk jutaan kubik rasa malu ke atas kepala sahabat pria Anda dan wanita yang sedang didekati. Proses dinamika sosial di antara mereka berubah drastis seketika itu juga. Kedua otak insan manusia itu tersentak, "Aduh, enak sih dapet perhatian gini, tapi semua orang tahu, dia juga tahu, jadi berasa serius nih, tegang juga, kudu cepet-cepet beraksi, dsb…"

Tindakan itu bukan hanya menciptakan kondisi yang mengerikan bagi kebanyakan pria di luar sana, tapi juga terhadap para hitman dan pria Glossy. Silakan coba bersikap seperti itu kepada sahabat-sahabat pria Anda yang sudah terbiasa dengan wanita, dan jangan heran jika mereka menegur Anda setelahnya.

Apa yang bagi Anda terasa lucu, seru, dan suportif, sahabat Anda akan merasa kebalikannya, yakni kesal dan rese. Sekedar menjodohkan saja sudah buruk, masih harus ditambah lagi dengan gaya bercanda yang kekanak-kanakan seperti itu.

Anda ingin membantu sahabat-sahabat pria Anda? Anda ingin menjadi pria dewasa yang supportif terhadap sahabat Anda, tidak peduli dia Lossy atau Glossy? Anda ingin dianggap sebagai sahabat terbaik di alam semesta ini?

Berhenti melakukan strategi-strategi yang sudah dijelaskan di atas.

Lebih jauh lagi, saya tidak ingin Anda hanya sekedar keluar dari kelompok LAME, tapi juga sampai Anda mempraktekkan strategi yang benar-benar berguna untuk membantu rekan-rekan Anda yang masih jomblo. Jadi berikut adalah beberapa ide aksi yang bisa dilakukan langsung hari ini juga.

1. Mulai sekarang, Sering ungkit sepintas tentang bagaimana Anda kagum dan belajar sesuatu dari sahabat Anda pada setiap wanita yang Anda kenal. Hindari topik yang menjatuhkan nilai sahabat Anda tersebut (mis. tentang jomblo, baru diputus, keluarga broken home, etc). Ceritakan sebagian saja, jangan seluruh jalan cerita hidupnya. Kuncinya adalah sedikit demi sedikit, namun sering dilakukan.

2. Masukkan bumbu-bumbu tentang prestasi dan keunikan sahabat Anda tersebut, tapi pastikan bukan dengan nada agar sang wanita tertarik. Anda bercerita karena Anda memang bangga bersahabat dengannya.

3. Tidak usah dengan sengaja atur acara yang aneh-aneh atau aktifitas khusus yang mempertemukan mereka. Gabungkan saja kelompok Anda, sang wanita, dan sahabat pria Anda. Pada pertemuan pertama, sampaikan komplimen, "Eh, Vin, ini dia orang yang slama ini sering elo denger dan cuman bisa bayangin. Kenalin nih my best friend, Lex dePraxis," lalu biarkan proses dinamika sosial berlanjut dengan sendirinya tanpa ada candaan pancingan apapun.

4. Ingat bahwa apapun yang Anda lakukan setelah tahap perkenalan ini akan terasa seperti menjodohkan. Jadi hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah justru menjadikan sahabat Anda tersebut sebagai portal dunia baru. Contoh praktisnya, "Vin, si Lex kan konsultan tuh, jadi dia punya bejibun temen yang canggih and menarik. Cowok apapun yang loe cari , tanya aja sama Lex, dia bisa kenalin elo ke banyak orang keren." Tentu saja sahabat Anda nantinya tidak akan benar-benar menjodohkan. Itu hanya untuk membuang jauh-jauh impresi bahwa Anda sedang berusaha mencomblangkan mereka berdua. Baik sang wanita dan sahabat Anda juga tidak merasa ada tekanan atau dorongan untuk melakukan sesuatu (jadi mereka terhindar dari rasa enggan atau penyangkalan).

5. Selebihnya, cuci tangan Anda dari interaksi mereka berdua. Anda sudah melakukan yang terbaik. Selagi sahabat Anda melakukan apa yang harus dia lakukan, Anda kembali pada langkah 1 �" 4 lagi dengan wanita-wanita yang lain, di tempat lain, di kesempatan lain. Ajarkan strategi ini kepada sahabat-sahabat Anda yang lain agar mereka semua berhenti bersikap LAME.

6. Dan seandainya sahabat Anda itu terlihat kepayahan dan tidak bisa memanfaatkan kesempatan yang sudah Anda beri, berikan alamat web HitmanSystem.com agar dia dapat melakukan semua upgrade yang diperlukan. Bantu dia untuk berdiskusi tentang materi di sini serta mengikuti pelatihan-pelatihan yang cocok dengan kebutuhannya.

Itu baru namanya sahabat yang baik dan suportif.

0 komentar:

Poskan Komentar